Thursday, June 13, 2013

10:58 PM

 Sarjana yang mengatasi cacat tubuh pada era Joseon<strong>, Yu Su-won</strong>


Menulis buku yang mendahului era

Ada sebuah buku berjudul ‘Useo’ yang ditulis pada era Joseon. Itulah buku yang membandingkan budaya antara Joseon dan Cina, serta menunjukkan pedoman bagaimana Joseon mengubah keadaan politik, ekonomi, sosial, dan budaya secara sistematis. Menurut isi buku tersebut, mengapa negara dan rakyat menjadi miskin disebabkan karena seluruh rakyat tidak mampu memusatkan pikiran dalam tugas masing-masing. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah harus menghapuskan sistem kelas sosial dan menyediakan peluang untuk bekerja sesuai dengan kemampuan dan bakat pribadinya. Oleh karena itu, buku tersebut menjadi data penting dalam meneliti semangat Ilmu Praktis pada akhir era Joseon. Nah, kalau begitu, siapa Yu Su-won yang menulis buku yang mendahului era? 





Sarjana yang mengatasi cacat tubuh di Joseon

“Bupati wilayah Danyang, Yu Su-won lancar membuat tulisan walaupun dia tuli. Dia telah menulis buku yang mengandung rencana demi negara.”

Tulisan tersebut tercatat di dalam buku sejarah pemerintahan raja Youngjo dinamakan ‘Youngjosilrok’ pada tgl. 24 Oktober 1737. Setelah mendapat perintah dari raja Youngjo, para bawahan merekomendasi Yu Su-won, dan Raja Youngjo yang membaca buku ‘Useo’ tersebut ingin berbicara dengan Yu Su-won secara langsung. Namun, Yu Su-won tidak mampu mendengar karena tuli, sehingga katanya dia berbicara dengan raja melalui tulisan.

Yu Su-won yang lahir di Chungju, Chungcheong Utara lahir dengan memiliki cacat tubuh, yaitu tunarungu. Nama penanya ‘Nongam’, ‘Nonggaek’ juga memiliki makna ‘tidak mampu mendengar’. Saat dia berusia 25 tahun, dia mulai berkarir di dunia politik, namun buku ‘Useo’ ditulis menjelang usianya 40-tahun. Walaupun dia tuli dan menderita akibat penyakit, dia menulis buku ‘Useo’ dengan penuh semangat didasarkan pada pengalaman yang dia alami sebagai pejabat di berbagai daerah. 




Industri dagang dan teknik harus diutamakan

Buku ‘Useo’ mengungkapkan bahwa bagaimana sistem kelas sosial atau sistem ujian negara berubah, bagaimana cara untuk memperkaya negara, dll. secara sistematis. Yu Su-won menganggap kemiskinan kalangan petani sebagai masalah serius, sehingga dia menuntut untuk menghapuskan sistem kelas sosial agar seluruh rakyat menjalani hidup tanpa diskriminasi.

Diantara rancangan reformasi yang dianjurkan di dalam buku tersebut, hal penting adalah industri dagang dan teknik lebih diutamakan daripada pertanian. Menurut pandangannya, mencetak seorang sarjana yang hanya membaca buku tanpa melakukan kegiatan pada bidang perdagangan dan industri teknik dinilai mudah agar semua orang yang bergerak di bidang pertanian, teknik dan pertanian mendapat perlakuan tanpa diskrimminasi.

Dia menekankan bahwa meningkatkan produktivitas dengan mengembangkan teknologi lebih penting daripada kegiatan bertani dengan hanya mengelola lahan. Khususnya, para pedagang yang memperoleh keuntungan besar lewat bisnis harus melakukan kerja yang bermanfaat untuk mengembangkan masyarakat setempat, seperti membangun jembatan, sekolah, dsb. Pandangan tersebut dinilai sama dengan konsep pada masa modern ini untuk menghadirkan perusahaan besar dalam penanaman modal atau pengembangan di daerah terpencil. 




Harus menjalani hidup dengan makmur dan bahagia

Tuntutan Yun Su-won melalui bukunya berarti rakyat harus menjalani hidup dengan makmur dan bahagia dengan mengembagnkan kegitaan ekonomi. Cara terbaik untuk mewujudkan hal tersebut adalah negara menyediakan lingkungan memadai. Selain itu, Yu Su-won menuntut untuk memperkaya negara, dan semangatnya yang disampaikan kepada sarjana Ilmu Praktis, yaitu kalangan Bukhak, seperti Park Ji-won, Park Je-ga, Hong Dae-yong, dll. muncul sebagai pandangan era yang mewakili akhir kerajaan Joseon.

Yu Su-won tidak memiliki pengalaman perjalanan ke Cina. Namun demikian, dia menunjukkan masalah sosial Joseon pada waktu itu dan menampilkan berbagai cara untuk mengembangkan negara. Walaupun dia juga menjadi korban akibat pertikaian antara fraksi, sifatnya yang berupaya untuk menampilkan cara membuka era baru dinilai tinggi hingga sekarang. 





Source:kbsworld

0 comments:

Post a Comment