Friday, June 28, 2013

10:27 PM
 Pendiri 'Geukjin Gongsudo', <strong>Choi Yeong-eui</strong>


Choi Yeong-eui yang lebih terkenal sebagai Choi Bae-dal

Ada seni bela diri dinamakan 'Gongsudo.' Gongsudo adalah seni bela diri yang mencegah serangan dari lawan dan juga menundukkan lawan dengan hanya menggunakan bagian tubuh. Seni bela diri tersebut dimulai di India pada masa kuno, dan masuk ke Korea pada era Tiga Kerajaan melalui kerajaan Tang, Cina. Setelah itu, seni bela diri tersebut masuk ke Jepang pada abad ke-14, dan aktif berkembang pada tahun 1920-an, sehingga dijuluki sebagai 'Karate.'


'Geukjin Gongsudo' memiliki cara menyerang yang dinilai lebih tajam daripada 'Gongsudo' biasa, sehingga dijuluki sebagai 'Geukjin Karate.' Pada saat ini, 'Geukjin Karate' diikuti oleh 140 juta orang di 130 akademi di seluruh dunia. Nah, orang yang membentuk 'Geukjin Gongsudo' atau 'Geukjin Karate' tiada lain adalah pelaku seni bela diri asal Korea Selatan, Choi Yeong-eui. Nah, bagaimana sosok Choi Yeong-eui yang lebih terkenal sebagai Choi Bae-dal? 




Choi Yeong-eui yang suka seni bela diri sejak masih kecil

Choi Yeong-eui lahir di Gimje, Jeolla Utara pada tahun 1923. Sejak masih kecil, dia menaruh perhatian pada seni bela diri, dan berlatih seni bela diri dinamakan 'Chabi' saat berusia 9 tahun. Saat dia berusia 16 tahun, dia masuk akademi militer Jepang dan mulai berlatih seni bela diri 'Gongsudo.' Dia menang dalam 'Kejuaraan Karate Nasional Jepang' pada tahun 1948, dan namanya mulai terkenal. Choi Yeong-eui membuat nama gaya Jepang sebagai 'Daesan Baedal.' Hal tersebut berkaitan dengan julukannya Choi Bae-dal. Katanya, dia menamainya Baedal untuk tidak melupakan sosoknya sebagai orang Korea walaupun tinggal di Jepang.

Pada tahun 1952, dia pergi ke AS dan menunjukkan pertunjukan seni bela diri selama 11 bulan dan berkegiatan sebagai pelatih. Di negeri Paman Sam tersebut, dia mampu menunjukkan kekuatan 'Gongsudo' dengan mematahkan tanduk sapi dengan tangan dan menjatuhkan sapi liar.

Sebenarnya, 'Gongsudo' di Jepang harus menghentikan serangan di depan tubuh lawan, namun hal tersebut membosankan Choi Yeong-eui. Oleh karena itu, dia menciptakan 'Geukjin Gongsudo' yang memungkinkan segala serangan kecuali serangan ke arah wajah melalui tangan. 




Memperkenalkan 'Gekjin Gongsudo' ke seluruh dunia

Sejak bulan Maret 1951, Choi Yeong-eui bertanding dengan ahli seni bela diri di seluruh dunia. Dia bertanding sebanyak lebih 100 kali bersama ahli seni bela diri terkenal meliputi seni bela diri Prancis 'Savate', tinju, tinju Thai, gulat, seni bela diri di Bali 'Capoeira' dll. Terasa cukup hebat karena dia bertanding dengan 100 pelaku seni bela diri, namun yang lebih menakjubkan adalah dia tidak pernah dikalahkan. Setelah itu, dia mulai memperkenalkan 'Geukjin Gongsudo' di dunia, dan membuka akademi pelatihan di Tokyo Jepang.

Kegiatan mengglobalisasikan 'Geukjin Gongsudo' dimulai di AS. Dia menunjukkan 'Geukjin Gongsudo' di 30 kota di AS pada bulan Maret 1953, dan juga melatih 'Gongsudo' di FBI dan akademi militer angkatan darat di West Point pada tahun 1958. Mulai tahun 1959, berlangsunglah pertandingan antara para pelatih 'Geukjin Gongsudo' di sejumlah negara di dunia. Khususnya, Kejuaraan Dunia Pertama pada tahun 1975 mendapat banyak sorotan sampai-samapi menghadirkan 120 pelatih dari 36 negara di dunia. 






Menyempurnakan seni bela diri adalah menyempurnakan karakter

Choi Yeong-eui sering mengungkapkan bahwa jika seseorang berlatih seni bela diri dengan sempurna, karakternya juga disempurnakan. Selain itu, dia mengajarkan untuk meletakkan posisi kepala ke bawah, meletakkan pandangan mata ke atas, membuat mulutnya sempit, dan membuat hatinya lapang. Selain itu, dia menekankan 'semangat bermanfaat bagi orang lain sesuai dengan kesetiaan terhadap orang-tua. Hal tersebut menunjukkan bahwa dia mengajarkan seni bela diri yang sebenarnya, bukan hanya menciptakan cara bertarung saja.

Choi Yeong-eui yang hanya menunjukkan kekuatan luar biasa dengan menggunakan tubuh dan kekuatan mental... Choi Yeong-eui yang menciptakan dan memperkenalkan 'Geukjin Gongsudo' ke seluruh dunia meninggal dunia pada bulan April 1994 akibat kanker paru-paru dalam usia 71 tahun.

0 comments:

Post a Comment